Sisi Lain Piala Dunia 2022
Posted: 14/12/2013 11:00
(edge.liveleak.com)
Liputan6.com, Munich : Piala Dunia 2022 yang akan dilangsungkan di Qatar menuai kontroversi. Pertama, Piala Dunia 2022 menuai perdebatan menyoal waktu penyelenggaraannya. Kedua, adanya laporan apabila pekerja bangunan untuk pengerjaan stadion diperlakukan tidak manusiawi.
Penyelenggaraan Piala Dunia 2022 jadi bahan perdebatan karena tidak mungkin dilangsungkan saat musim panas, karena temperatur yang dapat mencapai 50 derajat celsius. penyelenggaraan Piala Dunia 2022 pun diatur saat musim dingin tiba, yakni di akhir tahun.
Belum selesai sampai di sana, kontraktor Piala Dunia 2022 dilaporkan memperlakukan pekerja mereka secara tidak manusiawi. Kontraktor menyita passport mereka, tidak membayar upah, dan memberikan sistem sanitasi yang buruk.
Masalah ini pun terdengar oleh Badan Amnesti Internasional, dan mengancam akan memboikot Piala Dunia 2022. Protes pun datang dari sebuah kelompok feminis yang bermarkas di Ukraina, yakni FEMEN. Dikutip dari ESPN, Jumat (13/12/2013), FEMEN melakukan aksi ekstrim di sebuah stasiun televisi di Jerman, ZDF.
Aksi protes FEMEN ini terjadi saat siaran langsung sebuah talk show sepakbola berjalan. Talk show yang dibawakan oleh Markus Lanz ini disiarkan setelah pertandingan Liga Champions dengan menghadirkan mantan pemain dan pelatih Bayern Muenchen, Thomas Strunz dan Giovanni Trapattoni.
Saat obrolan berlangsung, dua wanita setengah bugil dengan body painting yang menutupi bagian dada, mereka meneriakan kalimat 'Boikot FIFA, FIFA Mafia'. Selain itu, di tubuh dua wanita itu tampak tulisan 'Darah dan Pertandingan' dan "Jangan main-main dengan hak asasi manusia' tepat di perut mereka.
Dua wanita ini didampingi dua pria dengan membawa papan berisikan tulisan protes yang sama. Setelah diamankan pihak keamanan, kedua pria itu pun langsung diinterograsi.
"Beberapa tahun lagi Piala Dunia akan dilangsungkan di Qatar, para pekerja di sana diperlakukan seperti budak," ujar salah satu orang pria.
Apa itu FEMEN?
FEMEN merupakan sebuah organisasi feminis eksebisionis yang bermarkas di Ukraina. Didirikan oleh Ana Hutsol (Anna Vasylivna Hutsol) pada 10 April 2008, organisasi ini bergerak untuk memprotes turis seks, institusi agama, Agensi Pernikahan Internasional (pernikahan online), dan beberpa topik lainnya.
FEMEN melakukan aksi protesnya dengan cara yang ekstrim. Anggota mereka tidak segan untuk melakukan aksi bugil untuk memprotes sebuah isu. Di Ukraina, tercatat ada 40 aktivis FEMEN, sementara ada 100 lebih anggota mereka yang tersebar di Eropa, dan ratusan pendukung lainnya di internet.(Gan)
Berita Rekomendasi
- Hendra/Ahsan ke Semifinal BWF World Super Series Finals
- Hayom dan Bellaetrix Ingin Kawinkan Medali Emas SEA Games
- Beckham Buat Putranya Menangis di Lapangan Sepakbola
- Wuihh....Ronaldo Punya Media Sosial Pribadi
- Mourinho Ogah Remehkan Peluang Juara MU
- Presenter Seksi Piala Dunia Beradegan Hot dengan Pacarnya
- Messi Dapat 30 Ribu Hinaan di Facebook dari Rakyat Iran
- Gaun Presenter Seksi Piala Dunia Gegerkan Iran
- Skenario Big Match di 16 Besar Liga Champions
- [VIDEO] Perolehan Medali: Myanmar Melejit, Indonesia Ketiga
Barusaja anda Membaca - Dua Wanita Setengah Bugil Protes Piala Dunia 2022
0 komentar:
Posting Komentar